TURUN DAN TERLIBAT LANGSUNG KE AKAR PERMASALAHAN, MAKA KAU AKAN MELIHAT DUNIA

Kamis, 01 Agustus 2013

TINTA SUBUH (Adat Pemuda SP. Padang)


serigeni lama ,25-juli-2013

     Ramadhan subuh diluar luar rumah. Kali ini orang-orang menuju satu titik dimana sejak abad ke 1.000-an Masyarakat sekitar Sumatera yang berada di-pingiran mereka merayakan ramadhan bersama temen dan saudara se-tempat menghibur puasa dengan menjalan-kan aktifitas santai bareng diluar rumah se-usai santap sahur” dengan jalan kaki, bersepeda dan berkendaraan.


#CelotehSubuh “TINTA SUBUH”

Menjaga mata agar tetap terjaga di sepertiga malam terkahir
Beku kabut sendu kokok PEJANTAN menggaung menendang senja
Berjalan menghibur menuju keramaian
Muda-mudi berkumpul bersama bunga-bunga api
Bersimpuh ketika fajar menggelar subuh, ... tumpukan puing petasan dipinggiran KULTUR Sajak lelaki yang terluka disaat petasan menjadi bahaya
Asmara subuh yang biasa dihabiskan untuk mendekatkan kaum Adam dan Hawa Di-hulu subuh disertai angin bergemuruh bersama ledakan
Menerbangkan suara yang tersangkut akrab bergembira


     Kali ini kaum muda sekitar Ogan Kombering Ilir (OKI) sekitar jalan Kayu Agung menuju Sp-Padang kelompok meranjak dewasa melakukan aktifitas joging bareng dengan bergembira-ria kalangan muda bermain petasan dan menuju ke satu titik, dimana kebiasaan ini menjadi trend dari dahulu ketika saya terlahir di-muka bumi ini sampai sekarang aktifitas unik itu tetap ada dengan bermacam tipe aktifitas.

Dimulai ketika subuh tiba
1. ada yang melaksanakan sholat subuh
2. ada yang melamun diatas pos duduk depan rumah
3. ada yang menikmati keringat dengan berlari disepanjang jalan 4. ada yang asyik memamerkan kepunyaan-nya seperti baju-baru, hp-baru, sepeda-baru
5. Ada yang bersiap untuk mencari napkah seperti bertani, berkebun dan bekerja
Unik ny ketika kalanggan penerus banggsa ini ketika hari libur malah menjadi momentum untuk bergembira bersama-sama dengan bermain petasan ledak dan kembang api bersama sahabat, pacar atau mungkin PD-kate mereka membawa modal dengan api korek yang berharga karna gak ada api-maka gak akan meledak thu petasan.

     Hari itu berjalan mendung dangan cuaca sejuk diantara pepohonan diantara nuansa desa yang berbaris di sepanjang Sungai Ogan anak diatas 7.th ke-atas meraja’i jalanan di-pinggiran sungai dengan konpoi mereka berjalan menjauhi rumah masing-masing sebelum senja mulai terik mereka memamfaat-kan kesejukan alami ini dengan menghirup kesegaran cuaca subuh. Bersama api mereka berteriak “doooor dan waaaaa” menyelimuti suara angin. Di-saat bersamaan aktivitas sesaat sedikit terhambat dengan sebuah senyuman dan terlahir diwajah penghambat jalan dan juga pengguna jalan yang ingin melintas mereka terlihat akrab tampa teriakan marah atau mungkin marah si-pengguna jalan ada di-dalan hati-nya sehingha tidak terdengan ditelinga. Tapi itu mustahir karna senyuman terlahir di raut wajah setiap orang yang ada disekitar, saat itu bunga-bunga api bertaburan diantara tepian sungai sepanjang jalan utama Kayuagung Sp-Padang menuju Palembang. (BY)