 |
| ANGSA KECIL |
Hari terasa tentram dan damai Masyarakat desa mengeluh dan resah akan sebuah kekuasaan yg terjadi disekitar kebuh TEBU yg terbentang luas hijau tampa ada senyuman, merasa bahagia dan sempurna untuk individu.
Berawal dari perampasan Tanah atas nama Negara membodohi lingkungan setempat selama bertahun-tahun, saya pikir bahagia akan membantu perekonomian dan lapangan kerja yg ada lama-kelamaan keji karna apa yg didambakan setiap orang itu bertolak belakang dg keadaan. Kekuasaan membuat segalanya berantakan dimana sesama kaum ny sendiri dibuat saling membantai satu sama lain, ssampai akhir ny Negara dibohongi dg informasi dan senjata Negara dijadikan budak kaum firaun yg bejat dg memainkan sebuah perebutan, pengamanan ikut membabibuta menakut-nakuti kaum lemah yg hanya merebut hak ny, mereka di intimidasi supaya keadaan menjadi sebuah system yg dibuat oleh sang penguasa.
Uang dijadikan alat untuk merubah kitipangan yg terjadi, pajak dibiarkan agar masuk kantong pribadi, untuk mempertahankan keadaan ini korban dijadikan tumbal demi isi perut buncit para keluarganya, ketika kaum kecil memiliki penguasaan atas hak ny mereka kaum kecil dibentrokan dg keamanan yg dijadikan boneka untuk membubarkan kaum kecil dg berbagai cara apapun bahkan sampai anak kecil dan lansia di aniaya bahkan dilukai dg Tembakan.
Gas Air mata dan truck perang yg
seharusny untuk keamanan malah mendekati Kaum kecil yg hanya bisa berlari, yg
hanya bisa menjerit, yg hanya bisa menangis di antara doa ketika semua
menghampiri ny. Rasa trauma rasa takut menjadi kenangan terindah diantara
dedaunan yg jatuh, Darah dan luka menjadi melodi yg merdu untuk dikenang dan
dijadikan kemenangan. Penuh harapan supaya Kaum kecil gak korban darah yg
seharusny melindungi, semoga Kaum kecil yg ada di surga bisa membalas
penindasan sang Penguasa yg ada dikehidupan.
Hari esok
Kaum kecil akan berdaulat dari Sang penguasa, hari esok Kaum kecil tidak lagi
menjadi korban penindasan Sang penguasa. (BY)
HIDUP
RAKYAT, DIAM TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN